Jumat, 02 Desember 2011

MAKALAH INFEKSI MENULAR SEKSUAL (ims)

MATA KULIAH            : MANAJEMEN KESEHATAN
DOSEN PENGAJAR  : Ir. YASSIR HASKAS, M.Kes

 INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)



                                                                                      




                                                                                                  





 
DI SUSUN OLEH :

Nama                  : Hasriana
KELAS               : A2a
JURUSAN          : S1 KEPERAWATAN        

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
NANI HASANUDDIN
MAKASSAR
2010

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi rabbil alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT , karena atas berkat ramat dan kasihnya ,Sehinggga penyusun akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “INFEKSI MENULAR SEKSUAL(IMS)”.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “MANAJEMEN KESEHATAN” dari “Ir. Yassir Haskas, M.Kes” Sebagai dosen pembimbing. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dan hal-hal yang perludi tambahkan pada tugas malah ini , Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, olehnya itu kritik dan saran sangat penulis harapkan dari para pembaca.
Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini dan besar harapan penyusun, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan tentang masalah kesehatan . Semoga Ridha Allah senantiasa bersama kita. Amin Ya Rabbil Alamin.



Penyusun

                                                                            
                                                                             Hasriana












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................... i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I    PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang................................................................................... 1
B.   Rumusan Masalah............................................................................ 1
C.   Tujuan Penulisan.............................................................................. 2
D.   Manfaat Penulisan............................................................................ 2
BAB II   PEMBAHASAN
A.   Pengertian IMS.................................................................................. 3                                                   
B.   PSK (Pekerja Seks Komersial)........................................................ 3                                                    ..............................................................................................................                                                        ..............................................................................................................
C.   Penyakit yang termasuk dalam kelompok IMS............................. 3
D.   Resiko kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja.................. 8
BAB III PENUTUP
A.   Kesimpulan........................................................................................ 10
B.   Saran................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA
















BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang  
            Dari hasil kegiatan sero survei HIV/AIDS dan IMS Kabupaten Ciamis 2005-2008 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, yang merupakan kegiatan rutin Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali, menemukan kasus penyakit Gonore 36,32 % dari 201 orang yang diperiksa pada tahun 2005, 68,23 % dari 384 orang yang diperiksa pada tahun 2006, 100 % dari 208 orang yang diperiksa pada tahun 2007, sedangkan pada tahun 2008 terdapat 92,81 % kasus penyakit Gonore dari 167 orang yang diperiksa di Kabupaten Ciamis. Penyakit lain yang di temukan yaitu Kondiloma Akuminata (KA) merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh negara, termasuk Indonesia. Dari data tersebut juga terlihat adanya peningkatan kasus penyakit gonore setiap tahunnya. Gonore merupakan penyakitPenelitian ini dilakukan untuk membuktikan faktor-faktor risiko kejadian Gonore pada PSK di Objek Wisata Pangandaran Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Pengumpulan data melalui wawancara langsung terhadap responden dengan menggunakan kuesioner.
Populasi adalah seluruh PSK di Objek Wisata Pangandaran yang tercatat dalam hasil sero survei Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis pada bulan Juni 2009 berjumlah 114 orang, dengan menggunakan teknik simple random sampling (sampel secara acak sederhana) diperoleh sampel sebanyak 43 orang infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Saran yang dikemukakan oleh peneliti adalah sebagai pelaku pekerja seksual yang rentan terkena penyakit Gonore sebaiknya PSK lebih hati-hati dalam melayani pelanggannya, serta sebisa mungkin tetap menggunakan kondom walaupun secara sembunyi-sembunyi. Untuk menanggulangi penyebaran penyakit Gonore perlu adanya kerja sama lintas sektoral dengan lembaga kesehatan lain dalam mempromosikan penggunaan kondom yang sesuai dengan standar kesehatan, Perlu adanya penyuluhan tentang cara- cara pencucian vagina yang sesuai aturan kesehatan

B.   Rumusan Masalah   
Berbagai permasalahan yang akan menjadi pokok bahasan dalam makalah ini yaitu sebagai berikut:
a.    Apa itu IMS…?
b.    Siapa pelaku yang dapat terkena IMS…?
c.    Penyakit apa saja  yang di timbulkan…?
d.    Bahaya dari penyakit IMS…?
e.    Faktor – factor apa yang dapat menimbulkan IMS…?
f.     Bagai mana cara pencegahan dari IMS..?
g.    Apa efek yang ditimbulakan oleh IMS pada Alat  reproduksi manusia…?
h.    Apa yang menyebabkan sehingga penyakit ini sering timbul di tengah – tengah lingkungan masyakat…?
C.   Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :
a.    Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan IMS (Infeksi Menular Seksual)
b.    Untuk mengetahui orang –orang yang dapat terkena IMS(Infeksi Menular Seksual)
c.    Mengetahui faktor risiko internal, faktor risiko lingkungan pendukung, dan faktor risiko perilaku terjadinya KA pada PSK
D.   Manfaat Penulisan
Adapun beberapa manfaat  yang dapat kita peroleh dari pembahasan makalah ini yaitu :
1.    Memberikan informasi kepada masyarakat untuk  mengatahui beberapa factor yang dapat menimbulkan masalah kesehatan reproduksi.
2.    Memberikan informasi dan pengetahuan tentang penyakit yang sangat berbahaya pada alat reproduksi manusia.
3.    Memberikan sedikit gambaran dari beberapa fakta – fakta yang terjadi di tengah – tengah kehidupan masyarakat
4.    Sebagai bahan masukan pada pembaca.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pegertian IMS (Infeksi Menular Seksual)
            IMS (Infeksi Menular Seksual) disebut juga penyakit kelamin, merupakan salah satu penyakit yang mudah ditularkan melalui hubungan seksual, dengan ciri khas adanya penyebab dan kelainan yang terjadi terutama di daerah genital. IMS sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, baik di negara maju (industri) maupun di negara berkembang. Insiden maupun prevalensi yang sebenarnya di berbagai negara tidak diketahui dengan pasti. Berdasarkan laporan-laporan yang dikumpulkan oleh WHO (World Health Organizations), setiap tahun di seluruh negara terdapat sekitar 250 juta penderita baru yang meliputi penyakit Gonore, Sifilis, Herpes Genetalis, dan jumlah tersebut menurut hasil analisis WHO cenderung meningkat dari waktu ke waktu (Daili,2005 : 6)
B.    PSK (Pekerja Seks Komersial)
PSK (Pekerja Seks Komersial) adalah sekelompok orang yang dianggap oleh masyarakat sebagai kaum marginal. Pada Ensiklopedia Nasional Indonesia dijelaskan bahwa kata “pelacur” sama artinya dengan “prostitusi” merupakan kegiatan manusia dalam menjual atau menyewakan tubuhnya untuk kenikmatan orang lain dengan mengharapkan sesuatu imbalan atau upah. Di kalangan masyarakat Indonesia, pelacuran dipandang negatif, dan mereka yang menyewakan atau menjual tubuhnya sering dianggap sebagai sampah masyarakat (http://www.wikipedia.com).
C.   Penyakit yang termasuk dalam kelompok IMS
Penyakit yang termasuk dalam kelompok IMS (Infeksi Menular seksual) diantaranya yaitu:
·         Gonore (kencing nanah)
·          Syphilis 
·         Kondiloma Akuminata (KA)
·         Trikonomiasis
·         Ulkus Mole (Chancroid)
·         Klamidia
·         Kutil Kelamin
·         Skabies (GUDIG)
·         Herpes
·         Hepatitis B
·         HIV
·         AIDS
Gonore merupakan penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae atau gonokok berbentuk biji kopi dengan lebar 0,8 µ, panjang 1,6 µ bersifat tahan asam, gram negatif yaitu terlihat di luar dan di dalam sel lektosit, tidak tahan lama di udara bebas, cepat mati dalam keadaan kering dan tidak tahan pada suhu 39ºC. Bakteri ini dapat menular kepada orang lain melalui hubungan seksual dengan penderita dan menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva) (Daili,2005 : 51) 
Syphilis merupakan penyakit umum dan berbahaya, yang dapat menular dari orang ke orang lain melalui hubungan seksual Kuman penyebabnya di sebut : Treponema pallidum,Jenis penyakit yang diderita oleh manusia sangat beragam. Ada penyakit yang disebabkan dari dalam tubuh manusia maupun dari luar tubuh manusia seperti kegagalan fungsi organ tubuh, bakteri, kuman, racun, virus, jamur, atau keturunan. Salah satunya yaitu syphilis. Sifilis dikenal luas karena dianggap penanganannya sudah cukup terkendali, terutama karena tingkat sosial ekonomi yang semakin meningkat, angka kejadiannya semakin lama semakin menurun.Sifilis merupakan salah satu jenis PMS yang klasik (karena sudah ada sejak lama) sering disebut Raja Singa atau Lues.(Adelson,2003)
            Kondiloma Akuminata (KA) adalah salah satu jenis Infeksi Menular Seksual (IMS) yang merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh negara, termasuk Indonesia, Kondiloma Akuminata (KA) adalah IMS yang disebabkan oleh Humanpapilloma virus (HPV) tipe tertentu yang menyebabkan adanya kelainan berupa fibroepitelioma pada kulit dan mukosa .KA merupakan faktor predisposing terjadinya kanker serviks, kehamilan ektopik, kemandulan, transmisi transvertikal pada janin, komplikasi selama kehamilan dan persalinan serta meningkatkan risiko infeksi HIV (co factor HIV) http://www.wikipedia.com).
 Trikonomiasis Disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis. Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain :
·         Keluar cairan vagina encer berwarna kuning kehijauan
·         berbusa dan berbau busuk
·         Sekitar kemaluan bengkak
·         Kemerahan
·         gatal dan terasa tidak nyaman
·         Komplikasi yang bisa terjadi : lecet sekitar kemaluan, bayi lahir prematur, memudahkan penularan infeks HIV.Tes laboratorium untuk mendeteksi sediaan basah KOH.
Ulkus Mole (Chancroid) Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi.
Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain :
·         Luka lebih dari diameter 2 cm
·          cekung, pinggirnya tidak teratur
·         keluar nanah dan rasa nyeri
·         Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin
·         Sering (50%) disertai pembengkakan kelenjar getah bening di lipat paha berwarna kemerahan (bubo) yang bila pecah akan bernanah dan nyeri.
·         Komplikasi yang mungkin terjadi : kematian janin pada ibu hamil yang tertular, memudahkan penularan infeksi HIV.Tes laboratorium untuk mendeteksinya dengan pewarnaan Gram dan Biakan agar selama seminggu
Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri
Gejala yang ditimbulkan :
·         Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan
·          Nyeri di rongga panggul
·         Perdarahan setelah hubungan seksual.
Komplikasi yang mungkin terjadi :
·         Biasanya menyertai gonore
·         Penyakit radang panggul
·         Kemandulan akibat perlekatan pada saluran fallopian
·         Infeksi mata pada bayi baru lahir
·          Memudahkan penularan infeksi HIV
Tes laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi adalah Elisa, Rapid Test dan Giemsa.
Kutil Kelamin Disebabkan oleh Human Papiloma Virus.Gejala yang ditimbulkan  biasanya berupa:
·         tonjolan kulit seperti kutil besar disekitar alat kelamin (seperti jengger ayam).
·         Komplikasi yang mungkin terjadi : kutil dapat membesar seperti tumor; bisa berubah menjadi kanker mulut rahim; meningkatkan resiko tertular HIV-AIDS.
Tidak perlu mendeteksi laboratorium karena langsung dapat terlihat oleh mata biasa.
Skabies (GUDIG) Merupakan penyakit menular yang salah satu bentuk penularannya adalah lewat kontak seks, selain kontak secara langsung, misalnya pemakaian selimut, handuk dll.
Penyakit ini disebabkan oleh sejenis parasit yang disebut Sarcopfes scbiei, dengan gejala klinik antara lain :
·         gatal pada malam hari
·         terdapat di sela jari, lipat siku, ketiak, daerah ujung kelamin dll
·          merupakan infeksi di lingkungan keluarga.
·         Tanda pasti dari penyakit ini adalah ditemukannya kutu Sarcoples pada pemeriksaan secara mikrokopis.
HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sel darah putih manusia yang merupakan bagian paling penting dalam system kekebalan tubuh.AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome adalah kumpulan gejala-gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang terinfeksi HIV secara fisik tidak ada bedanya dengan orang yang tidak terinfeksi. Hampir tidak ada gejala yang muncul pada awal terinfeksi HIV. Tetapi ketika berkembang menjadi AIDS, maka orang tersebut perlahan-lahan akan kehilangan kekebalan tubuhnya sehingga mudah terserang penyakit dan tubuh akan melemah.
Resiko tertular HIV tidak berkaitan dengan siapa kita, tetapi apa yang kita lakukan.
HIV dapat ditularkan dengan cara :
·         Hubungan seksual tanpa pelindung dengan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA).
·         Menggunakan benda tajam yang terkontaminasi oleh virus HIV, misalnya jarum suntik pada pengguna dan pecandu narkoba, alat pembuat tatto dan alat tindik.
·         Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV.
·         Dari ibu ODHA kepada bayi yang dikandung dan disusuinya.
HIV tidak dapat ditularkan kepada orang lain melalui :
·         Bersalaman atau berpelukan.
·         Makanan dari piring yang pernah digunakan ODHA.
·         Batuk atau bersin ODHA.
·         Gigitan nyamuk.
·         Berenang ditempat berenang yang sama dengan ODHA.
·         Mengunjungi ODHA dirumah atau dirumah sakit.
AIDS (Acquired Immuno Defisiency Syndrome) merupakan suatau bentuk sindromata atau kumpulan gejala yang terjadi akibat menurunan kekebalan tubuh serta drastis, dan virus penyebabnya adalah HIV atau Humanus Immunodeficiency Virus.
Virus masuk ke dalam tubuh melalui perantara darah, semen, sekref vagina, serta cairan-cairan tubuh yang lain. Sebagian besar (75%) penularan terjadi melalui hubungan kelamin. Infeksi oleh HIV memberikan gejala klinik yang tidak spesifik, mulai dari tanpa gejala pada stadium awal sampai gejala-gejala yang berat pada stadium yang lebih lanjut.

            Saat ini AIDS tergolong jenis PMS yang paling berbahaya, karena dapat  menimbulkan :
·         mematikan
·         belum ada obat atau vaksinasinya
·          gejala baru terlihat 5-10 tahun kemudian
·          penyebarannya sangat cepat
Penularan AIDS bisa terjadi lewat :
·          kontak seksual
·          jarum suntik terkontaminasi
·         transfusi darah / produk-produk darah
·         lewat ibu yang mengandung
            Selain itu AIDS juga bisa terjadi karena semakin banyaknya kelompok-kelomok berisiko tinggi, diantaranya:
·          para pencandu obat bius, narkotika; dll
·          WTS atau pekerja seks
·          kaum homoseksual maupun heteroseksual
·          penderita thalasemia, dll

D.   resiko kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja  

masa kanak-kanak ke dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial ,sehingga mereka harus menghadapi Masa remaja memang masa transisi  tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Kebutuhan dan jenis resiko kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja mempunyai ciri yang berbeda dari anak-anak atau pun orang dewasa.

            Jenis risiko kesehatan reproduksi yang harus dihadapi remaja antara lain yaitu :
·         kehamilan
·         aborsi
·         penyakit menular seksual (PMS)
·         ke-kerasan seksual
·         serta masalah keterbatasan akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan
Risiko ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berhubungan, yaitu:
·         tuntutan untuk menikah muda dan hubungan seksual
·         akses terhadap pendidikan dan pekerjaan
·         ketidaksetaraan jender
·         kekerasan seksual  
·         Dan pengaruh media massa maupun gaya hidup.
            Khusus bagi remaja putri, mereka kekurangan informasi dasar mengenai keterampilan menegosiasikan hubungan seksual dengan pasangannya. Mereka juga memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk mendapatkan pendidikan formal dan pekerjaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan dan pemberdayaan mereka untuk menunda perkawinan dan kehamilan serta mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki .                  Remaja yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap dan tidak mendapatkan perlindungan dan kasih sayang orang tua, memiliki lebih banyak lagi faktor-faktor yang berkontribusi, seperti:
·         rasa kekhatiran dan ketakutan yang terus menerus
·         ancaman sesama remaja jalanan
·         pemerasan
·         penganiayaan serta tindak kekerasan lainnya
·         pelecehan seksual
·         dan perkosaan 
            Para remaja ini berisiko  terpengaruh lingkungan yang tidak sehat, termasuk penyalahgunaan obat, minuman beralkohol, tindakan kriminalitas, serta prostitusi.


BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN  
            IMS (Infeksi Menular Seksual) merupakan salah satu penyakit yang mudah ditularkan melalui hubungan seksual, dengan ciri khas adanya penyebab dan kelainan yang terjadi terutama di daerah genital. IMS sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, baik di negara maju (industri) maupun di negara berkembang,
            . Penyakit yang termasuk dalam kelompok IMS di antaranya Gonore (kencing nanah) dan Kondiloma Akuminata (KA). Prilaku seksual berupa bergonta-ganti pasangan seksual akan meningkatkan penularan penyakit, Kelompok berisiko tinggi terkena infeksi menular seksual yaitu PSK (Pekerja Seks Komersial). Angka penyakit IMS di kalangan PSK (Pekerja Seks Komersial) tiap tahunnya menunjukkan peningkatan. Saat ini diperkirakan 80%-90% PSK terinfeksi IMS seperti : Neisseria gonorrhoeae, Herpes simplex vinio tipe 2 dan clamidia. Pekerja seks memerlukan skrining secara rutin untuk IMS seperti penggunaan kondom tidak sepenuhnya protektif.
B.   SARAN
            Sebagai saran dari penulis semoga setelah membaca makalah ini kita semua dapat mengerti tentang apa yang dimaksud dengan IMS ( Infeksi Menular Seksual ), dan dapat melakukan berbagai tindak pencegahan, karna ini merupakan kewajiban kita semua untuk mengurangi tingkat kejadian pada penyakit mematikan tersebut. Menghindari tindakan seks bebas, meberikan pengetahuan pada seluru remaja agar menghindari tidakan yang tidak bermoral tersebut karna dapat merusak masa depan mereka  dan dapat menjadi penyesalah seumur hidup.







DAFTAR PUSTAKA
PPM & PL Depkes RI. Pedoman Penatalaksanaan Penyakit Menular Seksual. Jakarta : Depkes RI. 1996.
Sun, Kuhn, Ellerbrock, et al. Human Papillomavirus Infection in Women Infected with the Human Immunodeficiency Virus. New England J Med. 1997; vol 337; no 19; p 1343 – 1349.
Djuanda,Pekerja Seks Jalanan : Potensi Penularan Penyakit Seksual. Yogyakarta : Pusat Penelitian Kependudukan UGM. 1998.
Hankins, Coutlee, Lapointe, et al. Prevalence of risk factors associated with human papillomavirus infection in women living with HIV. Canadian Med Ass J. 1999

Wen LM, Estcourt CS, et al. Risk Factors for the Acquisition of Genital warts : are Condoms protective?. Sex Transm Inf. 1999
KPAN. HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual Lainnya di Indonesia : Tantangan dan Peluang untuk Bertindak. Jakarta : KPAN. 2001.
Aprilianingrum, Farida. Survei Penyakit Sifilis dan Infeksi HIV Pada Pekerja Seks Komersial Resosialisasi Argorejo Kelurahan Kalibanteng Kulon Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang Tahun 2002. 2002. http://www.health-lrc.com
Koutsky LA, Kiviat NB. Genital Human Papillomavirus. In Holmes : Sexually Transmitted Diseases. New York : McGraw Hill. 2002

Minerd J. Smoking increases papillomavirus risk in HIV-infected women.. Medilexicon Int Ltd. 2003.

Wahyuni, Chatarina. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Infeksi HIV 16/18. 2003.http://adln.lib.unair.ac.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar