Jumat, 02 Desember 2011

PEDOMAN PROSES KEPERAWATAN UNTUK DX. KEPERAWATAN HARGA DIRI RENDAH


PEDOMAN PROSES KEPERAWATAN UNTUK  DX. KEPERAWATAN
HARGA DIRI RENDAH

RENCANA  KEPERAWATAN

Nama Klien       :  
No.Register       :  
Ruang               :  


TGL

NO
DIAGNOSA
P E R E N C A N A A N

I N T E R V E N S I

DX
KEPERAWATAN
T U J U A N
KRITERIA EVALUASI
1
2
3
4
5
6


Harga diri rendah
TUM:
Klien dapat berhubungan dengan orang lain secara optimal
TUK  1:
Klien dapat membina hubungan saling percaya.




1.1.     Ekspresi wajah bersahabat,  menunjuk  rasa
senang, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi.




 

1.1.1  Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip komunikasi terapeutik:
a.            Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.
b.            Perkenalkan diri dengan sopan
c.             Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien
d.            Jelaskan tujuan pertemuan
e.            Jujur dan menepati janji
f.              Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya.
g.            Beri perhatian kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien.



TUK 2:
Klien dapat mengindentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
2.1          Klien mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki :
§   Kemampuan yang dimiliki klien
§   Aspek positif keluarga
§   Aspek positif lingkungan yang dimiliki klien.
2.1.1.Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien.
2.1.2.Setiap bertemu klien dihindarkan dari memberi penilaian negatif.
2.1.3.Utamakan memberi pujian yang realistik.



TUK  3:
Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan.
3.1           Klien menilai kemampuan yang dapat digunakan.

3.1.1 Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit.
3.1.2. Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaan.






TUK 4:
Klien dapat (menetapkan) merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
4.1  Klien membuat rencana kegiatan harian.
4.1.1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan:
·         Kegiatan mandiri
·         Kegiatan dengan bantuan sebagian
·         Kegiatan yang membutuhkan bantuan total.
4.1.2. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien.
4.1.3.Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan.




TUK  5:
Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya.
5.1    Klien melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya.

5.1.1. Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan.
5.1.2. Beri pujian atas keberhasilan klien
5.1.3.Diskusikan kemungkinan pelaksanaan dirumah.




TUK 6 :
Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada.
6.1    Klien memanfaatkan sistem pendukung yang ada di keluarga.

6.1.1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah.
6.1.2.Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat.
6.1.3.Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.














                                                                                                                                                                       
PEDOMAN PROSES KEPERAWATAN UNTUK  DX. KEPERAWATAN
KERUSAKAN INTERAKSI SOSIAL / ISOLASI SOSIAL : MENARIK  DIRI

RENCANA  KEPERAWATAN

Nama Klien       :
No.Register       :
Ruang               :

TGL

NO
DIAGNOSA
P E R E N C A N A A N

I N T E R V E N S I

DX
KEPERAWATAN
T U J U A N
KRITERIA EVALUASI
1
2
3
4
5
6


Kerusakan Interaksi Sosial : Menarik Diri
TUM:
Klien dapat berorientasi dengan orang lain sehingga tidak terjadi halusinasi
TUK  1:
Klien dapat membina hubungan saling percaya




1.1.     Ekspresi  wajah bersahabat, menunjuk  rasa
senang, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi.






 

1.1.1.Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip komunikasi terapeutik:
a.         Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.
b.         Perkenalkan diri dengan sopan
c.          Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien
d.         Jelaskan tujuan pertemuan
e.         Jujur dan menepati janji
f.           Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya.
g.         Beri perhatian kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien.




TUK 2:
Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri
2.1          Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri yang berasal dari:
§   Diri sendiri
§   Orang lain
§   Lingkungan.
2.1.1. Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda-tandanya.
2.1.2. Berikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri atau tidak mau bergaul.
2.1.3. Diskusikan bersama klien tentang perilaku menarik diri, tanda-tanda serta penyebab yang muncul.
2.1.4.Berikan pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasannya.






TUK  3:
Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.
3.1      Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain












3.2      Klien dapat menyebutkan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.


3.1.1.Kaji pengetahuan klien tentang manfaat dan keuntungan.
3.1.2.Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain.
3.1.3.Diskusikan bersama klien tentang manfaat berhubungan dengan orang lain.
3.1.4.Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain.
 

3.2.1.Kaji pengetahuan klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain.
3.2.2.Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.




TUK 4 :
Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap
4.1      Klien dapat mendemonstrasikan hubungan sosial secara bertahap antara
K.       P
K.       P – K
K.       P – Kel
K.    P – Klp
4.1.1.Kaji kemampuan klien membina hubungan dengan orang lain.
4.1.2.Dorong dan bantu klien untuk berhubungan dengan orang lain melalui tahap:
K.   P
K.   P – P  lain
K    P – P lain – K lain
Kel/Klp/Masy.
4.1.3.Beri reinforcement terhadap keberhasilan yang telah dicapai.
4.1.4.Bantu klien untuk mengevaluasi manfaat berhubungan.
4.1.5.Diskusikan jadual harian yang dapat dilakukan bersama klien dalam mengisi waktu.
4.1.6. Motivasi klien untuk mengikuti kegiatan ruangan.
4.1.7.Beri  reinforcement atas kegiatan klien dalam kegiatan ruangan.






TUK 5:
Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain.
6.1       Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain untuk:
-            Diri sendiri
-            Orang lain
5.1.1.Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berhubungan dengan orang lain.
5.1.2.Diskusikan dengan klien tentang perasaan manfaat berhubungan dengan orang lain.
5.1.3.Beri reinforcement positif atas kemampuan klien mengungkapkan perasaan manfaat berhubungan dengan orang lain.




TUK 6 :
Klien dapat memberdayakan sistem pendukung atau keluarga mampu mengembangkan kemampuan klien untuk berhubungan dengan orang lain.
7.1.  Keluarga dapat :
-            Menjelaskan perasaannya
-      Menjelaskan cara merawat klien menarik diri
-      Mendemonstrasikan cara perawatan klien menarik diri.
-      Berpartisipasi dalam perawatan klien menarik diri.

6.1.1.Bina hubungan saling percaya dengan keluarga
-      Salam perkenalan diri
-      Sampaikan tujuan
-      Buat kontrak
-      Ekslorasi perasaan keluarga.
6.1.2.Diskusikan dengan anggota keluarga tentang :
-      Perilaku menarik diri
-      Penyebab perilaku menarik diri
-      Akibat yang akan terjadi jika perilaku menarik diri tidak ditanggapi
-      Cara keluarga menghadapi klien menarik diri.
6.1.3. Dorong anggota keluarga secara rutin dan bergantian menjeguk klien minimal satu kali seminggu.
6.1.4. Anjurkan anggota keluarga secara rutin dan bergantian menjenguk klien minimal satu kali seminggu.
6.1.5.Beri reinforcement atas hal-hal yang telah dicapai oleh keluarga.











PEDOMAN PROSES KEPERAWATAN UNTUK  DX. KEPERAWATAN
PERUBAHAN SENSORI PERSEPSI : HALUSINASI

RENCANA  KEPERAWATAN

Nama Klien       :
No.Register       :
Ruang               :

TGL

NO

DIAGNOSA

P E R E N C A N A A N

I N T E R V E N S I

DX
KEPERAWATAN
T U J U A N
KRITERIA EVALUASI
1
2
3
4
5
6


Perubahan Sensori Persepsi: Halusinasi........
TUM:
Klien tidak mencederai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
TUK  1:
Klien dapat membina hubungan saling percaya.




1.1.     Ekspresi wajah bersahabat,  menunjuk  rasa
senang, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi.




 

1.1.1.Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip komunikasi terapeutik:
a.         Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.
b.         Perkenalkan diri dengan sopan
c.          Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien
d.         Jelaskan tujuan pertemuan
e.         Jujur dan menepati janji
f.           Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya.
g.         Beri perhatian kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien.




TUK 2:
Klien dapat mengenal halusinasinya
2.1          Klien dapat menyebutkan  waktu, isi, frekuensi timbulnya halusinasi.

2.1.1.Adakan kontak sering dan singkat secara bertahap.
2.1.2.Observasi tingkah laku klien terkait dengan halusinasinya: bicara dan tertawa tanpa stimulus, memandang ke kiri / ke kanan / ke depan seolah-olah ada teman bicara.
2.1.3.Bantu klien mengenal halusinasinya :
a.    Jika menemukan klien yang sedang halusinasi, tanyakan apakah ada suara yang didengar.
b.    Jika klien menjawab ada, lanjutkan apa yang dikatakan.
     Katakan bahwa perawat percaya klien
c.      mendengar suara itu, namun perawat sendiri tidak mendengarnya (dengan nada bersahabat tanpa menuduh atau menghakimi).
d.    Katakan bahwa klien lain juga ada seperti klien.
e. Katakan bahwa perawat akan membantu klien.
2.1.4.Diskusikan dengan klien :
a. Situasi yang menimbulkan/tidak menimbulkan halusinasi.
b. Waktu dan frekuensi terjadinya halusinasi (pagi, siang, sore dan malam atau jika sendiri, jengkel/sedih).




TUK  3:
Klien dapat mengontrol halusinasinya
3.1        Klien dapat menyebutkan tindakan yang biasanya dilakukan untuk mengendalikan halusinasinya.

3.2        Klien dapat menyebutkan cara baru.
3.1.1. Identifikasi bersama klien cara tindakan yang dilakukan jika terjadi halusinasi (tidur, marah, menyibukkan diri dan lain-lain)

3.2.1.Diskusikan cara baru untuk memutuskan/mengontrol timbulnya halusinasi :
a.    Katakan : “saya tidak mau dengan kamu” (pada saat halusinasi terjadi).
b.    Menemui orang lain (perawat/teman/ anggota keluarga) untuk bercakap-cakap atau mengatakan halusinasi yang didengar.
c.     Membuat jadual kegiatan sehari-hari agar halusinasi tidak sempat muncul.
d.    Meminta keluarga/teman/perawat, menyapa jika tampak bicara sendiri.





3.3        Klien dapat memilih cara mengatasi halusinasi seperti yang telah didiskusikan dengan klien.

3.4        Klien dapat melaksanakan cara yang telah dipilih untuk mengendalikan halusinasinya.

3.5        Klien dapat mengikuti terapi aktivitas kelompok.
3.3.1.Bantu klien memilih dan melatih cara memutuskn halusinasi secara bertahap.

 

3.4.1.Beri kesempatan untuk melakukan cara yang telah dilatih Evalusi hasilnya dan beri pujian jika berhasil.
3.5.1..Anjurkan klien mengikuti terapi aktivitas kelompok, orientasi realita, stimulasi persepsi.










TUK  4:
Klien dapat dukungan dari keluarga dalam mengontrol halusinasinya.
4.1    Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat

4.2  Keluarga dapat menyebutkan pengertian, tanda dan tindakan untuk mengendalikan halusinasi.


4.1.1.Anjurkan klien untuk memberitahu keluarga jika mengalami halusinasi
 

4.2.1.Diskusikan dengan keluarga (pada saat keluarga berkunjung/pada saat kunjungan rumah):
·   Gejala halusinasi yang dialami klien
·   Cara yang dapat dilakukan klien dan keluarga untuk memutus halusinasi
·   Cara merawat anggota keluarga yang halusinasi di rumah : beri kegiatan, jangan biarkan sendiri, makan bersama, bepergian bersama.
·   Beri informasi waktu follow up atau kapan perlu mendapat bantuan : halusinasi tidak terkontrol, dan resiko mencederai orang lain.




TUK 5 :
Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik.
5.1    Klien dan keluarga dapat menyebukan manfaat, dosis dan efek samping obat.

5.2    Klien dapat mendemonstrasikan penggunaan obat dengan benar.

5.3    Klien dapat informasi tentang manfaat dan efek samping obat.

5.4    Klien memahami akibat berhentinya obat tanpa konsultasi.

5.5    Klien dapat menyebutkan prinsip  5 benar penggunaan obat.

5.1.1.Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang dosis, frekuensi dan manfaat obat
 

5.2.1.Anjurkan klien minta sendiri obat pada perawat dan merasakan manfaatnya.
 

5.3.1.Anjurkan klien bicara dengan dokter tentang manfaat dan efek samping obat yang dirasakan
5.4.1.Diskusikan akibat berhenti obat-obat tanpa konsultasi.
 

5.5.1.Bantu klien menggunakan obat dengan prinsip 5 (lima) benar.





TUK 6:
Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain.
6.1       Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain untuk:
-            Diri sendiri
-            Orang lain.
6.2.1.Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berhubungan dengan orang lain.
6.2.2.Diskusikan dengan klien tentang perasaan manfaat berhubungan dengan orang lain.
6.2.3.Beri reinforcement positif atas kemampuan klien mengungkapkan perasaan manfaat berhubungan dengan orang lain.




TUK 7 :
Klien dapat memberdayakan sistem pendukung atau keluarga mampu mengembangkan kemampuan klien untuk berhubungan dengan orang lain.
7.1.  Keluarga dapat :
-            Menjelaskan perasaannya
-      Menjelaskan cara merawat klien menarik diri
-      Mendemonstrasikan cara perawatan klien menarik diri.
-      Berpartisipasi dalam perawatan klien menarik diri.

7.2.1.Bina hubungan saling percaya dengan keluarga
Salam perkenalan diri
Sampaikan tujuan
Buat kontrak
Ekslorasi perasaan keluarga.
Diskusikan dengan anggota keluarga tentang :
Perilaku menarik diri
Penyebab perilaku menarik diri
Akibat yang akan terjadi jika perilaku menarik diri tidak ditanggapi
Cara keluarga menghadapi klien menarik diri.
Dorong anggota keluarga secara rutin dan bergantian menjeguk klien minimal satu kali seminggu.
Anjurkan anggota keluarga secara rutin dan bergantian menjenguk klien minimal satu kali seminggu.
Beri reinforcement atas hal-hal yang telah dicapai oleh keluarga.










PEDOMAN PROSES KEPERAWATAN UNTUK  DX. KEPERAWATAN
DEFISIT PERAWATAN DIRI : KEBERSIHAN DIRI DAN PAKAIAN/BERHIAS

RENCANA  KEPERAWATAN

Nama Klien       : 
No.Register       : 
Ruang   : 

TGL

NO

DIAGNOSA

P E R E N C A N A A N

I N T E R V E N S I

DX
KEPERAWATAN
T U J U A N
KRITERIA EVALUASI
1
2
3
4
5
6


Defisit perawat diri: berpakaian/ berhias; kebersihan diri; makan; aktifitas sehari-hari; toileting
TUM:
Klien  dapat meningkatkan minat atau motivasinya dan mempertahankan kebersihan diri
TUK  1:
Klien dapat mengenal tentang pentingnya kebersihan diri.




1.1    Klien dapat menyebutkan kebersihan diri dalam waktu 2 kali pertemuan.
·         Tanda-tanda bersih
·         Badan tidak bau
·         Rambut rapi, bersih dan tidak bau
·         Gigi bersih dan tidak bau mulut
·         Baju rapi dan tidak bau.

1.2    Klien mampu menyebutkan kembali kebersihan untuk kesehatan, yaitu :
·         Mencegah penyakit
·         Memberi perasaan segar dan nyaman, mencegah kerusakan gigi dan menjaga kebersihan mulut.



1.3    Klien dapat menjelaskan cara merawat diri antara lain :
·         Mandi 2 kali sehari dengan sabun
·         Menggosok gigi minimal 2 kali sehari setelah makan dan akan tidur.
·         Mencuci rambut 2-3 kali seminggu dan memotong kuku bila panjang
·         Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan






 

1.1.1.Diskusikan bersama klien pentingnya kebersihan diri dengan cara menjelaskan pengertian tentang arti bersih dan tanda-tanda bersih.
1.1.2.Dorong klien untuk menyebutkan 3 dari 5 tanda kebersihan diri.


 

1.2.1.Diskusikan fungsi kebersihan diri dengan menggali pengetahuan klien terhadap hal yang berhubungan dengan kebersihan diri.
1.2.2.Bantu klien mengungkapkan arti kebersihan diri dan tujuan memelihara kebersihan diri.
1.3.1.Beri reinforcement positif setelah klien mampu mengungkapkan arti kebersihan diri.




 

1.3.2.ngatkan klien untuk memelihara kebersihan diri seperti :
·         Mandi 2 kali pagi dan sore
·         Sikat gigi minimal dua kali sehari (sesudah makan dan akan tidur)
·         Keramas dan menyisir rambut
·         Gunting kuku bila panjang.





TUK 2:
Klien dapat melakukan kebersihan diri dengan bantuan perawat.
2.1          Klien berusaha untuk memelihara kebersihan diri, yaitu :
·   Mandi pakai sabun dan disiram dengan air sampai bersih.
·   Mengganti pakaian bersih sehari sekali dan merapikan penampilan.

2.1.1.Motivasi klien untuk mandi :
·   Ingatkan caranya, evaluasi hasilnya dan beri umpan balik.
·   Bimbing klien dengan bantuan minimal
·   Jika hasilnya kurang, kaji hambatan yang ada.
 

2.1.2.Bimbing klien untuk mandi. Beri kesempatan klien untuk mendemonstrasikan cara memelihara kebersihan diri yang benar.
·   Ingatkan dan anjurkan untuk mandi 2 kali sehari dengan menggunakan sabun.
·   Anjurkan klien untuk meningkatkan cara mandi yang benar.
 

2.1.3.Anjurkan klien untuk mengganti baju setiap hari:
·   Anjurkan klien untuk mempertahankan dan meningkatkan penampilan diri setiap hari.
·   Dorong klien untuk mencuci pakaiannya sendiri.
·   Demonstrasikan cara mencuci pakaian yang benar dengan sabun dan dibilas.
 

2.1.4.Kaji keinginan klien untuk memotong kuku dan merapikan rambut:
·   Beri kesempatan pada klien untuk melakukan sendiri.
·   Ingatkan potong kuku dan keramas.
 

2.1.5.Kolaborasi dengan perawat ruangan untuk pengelolaan fasilitas perawatan kebersihan diri, seperti mandi dan kebersihan kamar mandi.
2.1.6.Bekerjasama dengan keluarga untuk mengadakan fasilitas kebersihan diri seperti odol, sikat gigi, shampo, pakaian ganti, handuk dan sandal.






TUK  3:
Klien dapat melakukan kebersihan perawatan diri secara mandiri
3.1    Setelah satu minggu klien dapat melakukan perawatan kebersihan diri secara rutin dan teratur tanpa anjuran :
·   Mandi pagi dan sore
·   Ganti baju setiap hari
·   Penampilan bersih dan rapi


3.1.1.Monitor klien dalam melaksanakan kebersihan diri secara teratur. Ingatkan untuk mencuci rambut, menyisir, gosok gigi, ganti baju, dan pakai sandal.



TUK 4 :
Klien dapat mempertahankan kebersihan diri secara mandiri

4.1  Klien selalu tampak bersih dan rapi
4.1.1.Beri informasi positif  jika klien berhasil melakukan kebersihan diri.




TUK  5:
Klien mendapat dukungan keluarga dalam meningkatkan kebersihan diri.
5.1    Keluarga selalu mengingat hal-hal yang berhubungan dengan kebersihan diri.









5.2    Keluarga menyiapkan sarana untuk membantu klien dalam menjaga kebersihan diri.






5.3    Keluarga membantu dan membimbing klien dalam menjaga kebersihan diri.

5.1.2.Jelaskan pada keluarga tentang penyebab kurang minatnya klien menjaga kebersihan diri.
5.1.3.Diskusikan bersama keluarga tentang tindakan yang telah dilakukan klien selama di RS. dalam menjaga kebersihan dan kemajuan yang telah dialami di RS.
5.1.4.Anjurkan keluarga untuk memutuskan memberi stimulasi terhadap kemajuan yang telah dialami di RS.
 

5.2.1.Jelaskan pada keluarga tentang manfaat sarana yang lengkap dalam menjaga kebersihan diri klien.
5.2.2.Anjurkan keluarga untuk menyiapkan sarana dalam menjaga kebersihan diri.
5.2.3.Diskusikan bersama keluarga cara membantu klien dalam menjaga kebersihan diri.
 

5.3.1.Diskusikan dengan keluarga mengenai hal-hal yang dilakukan misalnya :
·   Mengingatkan klien pada waktu mandi
·   Sikat gigi, keramas, ganti baju dll
·   Membantu klien apabila mengalami hambatan. Memberi pujian atas keberhasilan klien.

PEDOMAN PROSES KEPERAWATAN UNTUK  DX. KEPERAWATAN
PERILAKU KEKERASAN

RENCANA  KEPERAWATAN

Nama Klien       :  
No.Register       : 
Ruang               : 


TGL

NO

DIAGNOSA

P E R E N C A N A A N

I N T E R V E N S I

DX
KEPERAWATAN
T U J U A N
KRITERIA EVALUASI
1
2
3
4
5
6


Perilaku Kekerasan.
TUM:
Klien  tidak mecederai
TUK  1:
Klien dapat membina hubungan saling percaya.


1.1    Klien mau membalas salam
1.2    Klien mau menjabat tangan
1.3    Klien mau menyebutkan nama
1.4    Klien mau tersenyum
1.5    Klien mau kontak mata
1.6    Klien mau mengetahui nama perawat.






 

1.1.1. Beri salam/panggil nama
1.2.1.Sebutkan nama perawat sambil jabat tangan


 

1.3.1.Jelaskan maksud hubungan interaksi
1.4.1.Jelaskan tentang kontrak yang akan dibuat
1.5.1.Beri rasa aman dan sikap empati
1.6.1Lakukan kontak singkat tapi sering.



TUK 2:
Klien dapat  mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan.
2.1          Klien mengungkapkan perasaannya.

2.2          Klien dapat mengungkapkan penyebab perasaan jengkel / kesal (dari diri sendiri, dari lingkungan / orang lain).

 2.1.1.Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya .
2.2.1.Bantu klien untuk mengungkapkan penyebab perasaan jengkel /kesal.




TUK  3:
Klien dapat mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan.
3.1    Klien dapat mengungkapkan perasaan sast marah / jengkel

3.2    Klien dapat menyimpulkan tanda-tanda jengkel / kesal yang dialami.


3.1.1.Anjurkan klien mengungkapkan yang dialami dan dirasakan saat jengkel / kesal.
3.2.1.Simpulkan bersama klien tanda-tanda jengkel / kesal yang dialami klien.






TUK 4 :
Klien dapat mengidentifikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.

4.1             Klien dapat mengungkapkan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.

4.2             Klien dapat bermain peran dengan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.

4.3             Klien dapat mengetahui cara yang biasa dapat menyelesaikan masalah atau tidak.


4.1.1.Anjurkan klien untuk mengungkapkan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan klien.
4.2.1.Bantu klien bermain peran sesuai dengan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.
4.3.1.Bicarakan dengan klien, apakah dengan cara yang klien lakukan masalanya bisa selesai.



TUK  5:
Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan.
5.1       Klien dapat menjelaskan akibat dari cara yang digunakan klien.




5.1.1.Bicarakan akibat/kerugian dari cara yang dilakukan klien.
5.1.2.Bersama klien menyimpulkan akibat cara yang digunakan oleh klien.
5.1.3.Tanyakan pada klien “apakah ia ingin mempelajari cara baru yang sehat”.



TUK 6 :
Klien dapat mengidentifikasi cara konstruktif dalam berespons terhadap kemarahan
6.1         Klien dapat melakukan cara berespons terhadap kemarahan secara konstruktif.

6.1.1.Tanyakan pada klien  “apakah ia ingin mempelajari cara baru yang sehat”.
6.1.2.Berikan pujian jika klien mengetahui cara lain yang sehat.
6.1.3.Diskusikan dengan klien cara lain yang sehat.
a.       Secar fisik: tarik nafas dalam jika sedang kesal/memukul bantal / kasur atau olah raga atau pekerjaan yang memerlukan tenaga.
b.       Secara verbal : katakan bahwa anda sedang kesal / tersinggung / jengkel (saya kesal anda berkata seperti itu; saya marah karena mama tidak memenuhi keinginan saya).
c.        Secara sosial : lakukan dalam kelompok cara-cara marah yang sehat, latihan sertif. Latihan manajemen perilaku kekerasan.
d.       Secara spiritual : anjurkan klien sembahyang, berdoa/beribadah; meminta pada Tuhan  untuk diberi kesabaran, mengadu pada Tuhan ttg kekerasan/kejengkelan.





TUK 7 :
Klien dapat mendemonstrasikan cara mengontrol perilaku kekerasan.
7.1            Klien dapat mendemonstrasikan cara mengontrol perilaku kekerasan :
-         Fisik : tarik nafas dalam, olah raga, menyiram tanaman.
-         Verbal : mengatakan secara langsung dengan tidak menyakiti.
-         Spiritual : sembahyang, berdoa atau ibadah klien.
7.1.1.Bantu klien memilih cara yang paling tepat untuk klien.
7.1.2.Bantu klien mengidentifikasi manfaat cara yang telah dipilih.
7.1.3.Bantu klien untuk menstimulasikan cara tersebut (role play).
7.1.4.Beri reinforcement positif atas keberhasilan klien menstimulasi cara tersebut.
7.1.5.Anjurkan klien untuk menggunakan cara yang telah dipelajari saat jengkel atau marah.




TUK  8 :
Klien mendapat dukungan keluarga dalam mengontrol perilaku kekerasan.
8.1    Keluarga klien dapat :
-         Menyebutkan cara merawat  klien yang berperilaku kekerasan.
-         Mengungkapkan rasa puas dalam merawat klien.
8.1.1.Identifikasi kemampuan keluarga dalam merawat klien dari sikap apa yang telah dilakukan keluarga terhadap klien selama ini.
8.1.2.Jelaskan peran serta keluarga dalam merawat klien.
8.1.3.Jelaskan cara-cara merawat klien :
-         Terkait dengan cara mengontrol perilaku marah secara konstruktif.
-         Sikap tenang, bicara tenang dan jelas.
-         Membantu klien mengenal penyebab marah.
8.1.4.Bantu keluarga mendemonstrasikan cara merawat klien.
8.1.5.Bantu keluarga mengungkapkan perasaannya setelah melakukan demonstrasi.



TUK  9 :
Klien dapat menggunakan obat dengan benar (sesuai program pengobatan)
9.1          Klien dapat menyebutkan obat-obat yang diminum dan kegunaannya (jenis, waktu, dosis dan efek).

9.1.1Jelaskan jenis-jenis obat yang diminum klien pada klien dan keluarga.
9.1.2.Diskusikan manfaat minum obat dan kerugian berhenti minum obat tanpa seizin dokter.
9.1.3.Jelaskan prinsip benar minum obat (baca nama yang tertera pada botol obat, dosis obat, waktu dan cara minum).






9.2  Klien dapat minum obat sesuai program pengobatan.
9.2.1.Anjurkan klien minta obat dan minum obat tepat waktu.
9.2.2.Anjurkan klien melaporkan pada perawat / dokter jika merasakan efek yang tidak menyenangkan.
9.2.3.Beri pujian jika klien minum obat dengan benar.




RENCANA KEPERAWATAN
WAHAM



NO

TGL
DIAGNOSA KEPERAWATAN
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
TUJUAN (UMUM DAN KHUSUS)
TINDAKAN KEPERAWATAN
1
2
3
4
5


Waham..............
TUM :
Klien dapat melakukan komunikasi

TUK :
1.       Klien dapat membina hubungan saling percaya.



















2.       Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki.




1.1      Bina hubungan saling percaya dengan klien : beri salam terapeutik (panggil nama klien), sebutkan nama perawat, jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kontrak yang jelas (topik yang akan dibicarakan, waktu dan tempat).
1.2      Jangan membantah dan mendukung waham klien :
-      Katakan perawat menerima keyakinan klien : “saya menerima keyakinan anda” disertai ekspresi menerima.
-      Katakan perawat tidak mendukung :  “sukar bagi saya untuk mempercayainya” disertai ekspresi ragu tapi empati.
-         Tidak membicarakan isi waham klien.
1.3      Yakinkan klien berada dalam keadaan aman dan terlindung :
-         Anda berada di tempat aman, kami akan menemani anda.
-         Gunakan keterbukaan dan kejujuran.
-         Jangan tinggalkan klien sendirian.
1.4      Observasi apakah waham klien menganggu aktifitas sehari-hari dan perawatan diri.

2.1        Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis.
2.2        Diskusikan dengan klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang realistis (hati-hati terlibat diskusi tentang waham).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar